Studi Karakterisasi dan Keragaman Sifat Kualitatif Tanaman Rukam (Flacourtia rukam Zoll. & Mor.)

Dewi Purnama Sari, Kuswanto Kuswanto

Abstract


Rukam (Flacourtia rukam Zoll. & Mor.) merupakansalah satu jenis buah lokal kurang populer yang mulai langka keberadaannya. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kepunahan adalah pelestarian dan pengembangan plasma nutfah lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah identifikasi karakter morfologi untuk mendapatkan aksesi dengan sifat unggul, mengetahui keragaman sifat kualitatif tanaman rukam,  serta mengetahui hubungan kekerabatan tanaman rukam di Kecamatan Narmada dan Kecamatan Batukliang Utara. Bahan yang digunakan adalah tanaman rukam yang ada di Kecamatan Narmada dan Kecamatan Batukliang Utara. Pelaksanaan penelitian terdiri dari 3 kegiatan, yaitu penentuan lokasi tanaman sampel, penyusunan deskripsi, dan penyusunan data pendukung. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Narmada dan Kecamatan Batukliang Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2018 sampai dengan bulan April 2018. Tanaman rukam banyak ditemukan di Desa Aik Bukak dan Teratak (Kecamatan Batukliang Utara). Hasil dari identifikasi karakter morfologi tanaman, terdapat keragaman sifat kualitatif dan kuantitatif pada 75 aksesi rukam. Didapatkan 1 aksesi dengan sifat unggul paling banyak, yaitu aksesi TT. Tanaman rukam di Kecamatan Narmada dan Kecamatan Batukliang Utara memiliki sifat kualitatif dan kuantitatif yang beragam dengan dengan nilai koefisien keragaman 80%-97,5%.

Keywords


Flacourtia rukam; Hubungan kekerabatan; Identifikasi; Karakterisasi

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Barat. 2017. Kabupaten Lombok Barat dalam Angka. Mataram.

Buhaira, S.N., A. PL., dan Y. Alia. 2014. Penampilan dan parameter genetik beberapa karakter morfologi agronomi dari 26 aksesi padi (Oryza spp l.) lokal Jambi. J. Penelit. Univ. Jambi Seri Sains 16(2): 33–42.

Djufry, F., J. Limbongan, N. Lade, dan B. Saranga. 2016. Karakterisasi tanaman tamarillo di Sulawesi Selatan. Bul. Plasma Nutfah 22(2): 127–136.

Fitriani, L., Toekidjo, dan S. Purwanti. 2013. Keragaan lima kultivar cabai (Capsicum annum L.) di dataran medium. Vegetalika 2(2): 50–63.

Hadi, S.K., S. Lestari, dan S. Ashari. 2014. Keragaman dan pendugaan nilai kemiripan 18 tanaman durian hasil persilangan Durio zibethinus dan Durio kutejensis. J. Produksi Tanam. 2(1): 79–85.

Karmilasanti, dan Supartini. 2011. Keanekaragaman jenis tumbuhan obat dan manfaatnya di kawasan Tane’ olen desa Setulang Malinau, Kalimantan Timur. J. Penelit. Dipterokarpa 5(1): 23–38.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2010. Potensi dan Konservasi Buah-Buahan Lokal Jawa Timur. Jawa Timur.

Martini, N.L., R. Dwiyani, dan N.L.M. Pradnyawathi. 2015. Identifikasi dan karakterisasi sumber daya genetik buah-buahan lokal di kabupaten Bangli. Agrotop 5(2): 179–186.

Pandin, D.S. 2010. Keragaman genetik kelapa dalam Bali (DBI) dan dalam sawarna (DSA) berdasarkan penanda random amplified polimorphic DNA (RAPD). J. Litri 3(1): 117–126.

Putri, N.E., A. K., N.O. A., dan E. S. 2017. Eksplorasi dan karakterisasi buah-buah lokal Sumatera Barat yang terancam punah. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. p. 117–126

Sari, V.K., R.A. Wulandari, dan R.H. Murti. 2018. Study on diversity of sapodilla (Manikara zapota) by molecular marker in the special region of Yogyakarta. AGRIVITA J. Agric. Sci. 40(2): 295–303.

Siregar, U.J., dan R.D. Olivia. 2012. Keragaman genetik populasi sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) pada hutan rakyat di Jawa Berdasarkan Penanda RAPD. J. Silvikultur Trop. 03(02): 130–136.

Supriadi, dan M. Jannah. 2016. Aplikasi ekstrak daun rukam (Flacourtia sp.) sebagai anti telaziasis pada ternak sapi di kabupaten Sumbawa. J. Pengabdi. Kpd. Masy. 1(1): 41–50.

Trimanto. 2012. Karakterisasi dan jarak kemiripan uwi (Dioscorea alata L.) berdasarkan penanda morfologi umbi. Bul. Kebun Raya 15(1): 47–59.

Verheij, E.W.M., and R.E. Coronel. 1991. Plant Resources of South-East Asia No. 2: Edible Fruits and Nuts. Prosea Foundation, Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt.2019.004.2.9

Refbacks

  • There are currently no refbacks.