Uji Pertumbuhan Enam Aksesi Kencur (Kaempferia galanga L.) di Bawah Tegakan Jati

Wiga Tegarmas Setiawan, Eko Widaryanto, Akbar Saitama, Akbar Hidayatullah Zaini

Abstract


Tanaman Kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan tanaman temu – temuan yang hidup di bawah pepohonan atau tidak banyak membutuhkan intensitas cahaya yang tinggi, tanaman secara umum membutuhkan cahaya untuk kebutuhan fotosintesis dengan tujuan bertumbuh dan berproduktifitas melalui proses metabolisme di dalam sel tanaman. Produksi, mutu dan kandungan bahan aktif di dalam rimpang kencur ditentukan oleh varietas yang digunakan, cara budidaya dan lingkungan tempat tumbuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan 6 aksesi kencur yang berasal dari dataran rendah Jawa Timur pada naungan tegakan Jati dan tanpa naungan. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi dengan tiga ulangan yang sesuai denah penelitian. Petak utama (main plot) merupakan dua tingkat naungan yaitu tingkat naungan (N0) dan naungan tegakan Jati (N1). Anak petak (sub plot) berupa enam aksesi kencur dari Kab. Banyuwangi (A1), Sumenep (A2), Mojokerto (A3), Gresik (A4), Pacitan, (A5) dan Nganjuk (A6). Bedasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa kencur dapat beradaptasi baik dengan adanya naungan maupun tidak ada naungan, secara umum pada fase pertumbuhan tanaman, naungan tidak mem- berikan respon terhadap jumlah daun, luas daun, persentase luas tajuk dan panjang akar. Sedangkan selama pengamatan pertumbuhan aksesi memberikan respon nyata terhadap pertumbuhan tanaman, aksesi Kab. Sumenep dan Kab. Nganjuk menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan aksesi.


Keywords


Intensitas Cahaya; Rimpang Kencur; Tutupan Canopy

Full Text:

PDF

References


Astuti, Y., Sundari, D. Winarno dan M. Wien. 2006. Tanaman Kencur (Kaempferia galanga L.) Informasi tentang Fitokimia dan Efek Farmakologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Far- masi. Jakarta. 56 Hal.

Parsons, AJ. and D.F. Chapman. 2002. The Principles of Pasture Growth and Utilization. Grass its Production and Utilization. Ed 3rd. Blackwell Science Institure of Grassland and Environment Research. North Wyke. Okehampton Devon. 440 pp.

Sopandie, D., M.A. Chozin, S. Santrosumarjo, T. Juhaeti dan Sahardi .2003. Toleran Padi Gogo ter hadap Naungan. Hayati. 10(2): 71-75.

Subaryanti, Y.C. Sulistyaningsih, D. Iswantini and T. Triadiati. 2020. The Growth and Production of Galanga (Kaempferia galanga L.) in Different Altitudes. J. Ilmu Perta. Indo. 25(2): 167-177.

Evi. 2012. Altitude and Shading Conditions Affect Vegetative Growth of Kaempferia parviflora. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 47 hal.

Hesketh, J.D. and R.B. Musgrave. 2002. Photosynthesis Under Field Conditions. Light Studies with Individual Corn Leaves. Crop Sci 2: 311 – 315.

Kumar, BM., S.S. Kumar and F.F. Richard. 2005. Galangal Growth and Productivity Related to Light Trans mission in Single-Strata, Multistrata and No – Over - Canopy Systems. J. of New Seeds. 7(2): 111-126.

Chansakaow, S., Y. Srigiofun, L. Chitarree and K. Panyakard. 2005. Effect of Light Intensity and Soil Amendments on Total Phenolics and Antioxidant Activity of Kaempferia parviflora Wall. Ex. Bak. 31st Congress on Science and Technology of Thailand at Suranaree University of Technology. 12 pp.

Rahma, A. 2013. Analisis Produksi Dan Kandungan Bahan Aktif Kaempferia parviflora Wall. Ex. Baker pada Ketinggian dan Tingkat Naungan yang Berbeda. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 65 hal.

Gunawan dan A. Rohandi. 2018. Produktivitas dan Kualitas Tiga Varietas Jahe pada Berbagai Tingkat Intensitas Cahaya di Bawah Tegakan Tusam. J. Agroforestri Indo. 1(1): 1-13.

Musyarofah, N., S. Susanto, S.A. Aziz dan S. Kartosoewarno. 2007. Respon Tanaman Pegagan (Centella asiatica L. Urban) terhadap Pemberian Pupuk Alami di Bawah Naungan. J. Bul. Agron. 35(3): 217-224.

Reubens, B. W.M.J. Achten and W.H. Maesetal. 2011. More than biofuel Jatropha curcas rootsystem symmetry and potential for soil erosion control. J. of Arid Environments. 75(2): 201–205.

Sukarjo, E.I., Fahrurrozi dan H. Fatma. 2002. Respon Dua Klon Jahe Terhadap Berbagai Intensitas Naungan. Semnas. BKS-PTN Wilayah Indonesia Barat. USU. Medan. 15 Hal.

Kumar, BM., J. Thomas and R.F. Fisher 2001. Ailanthus Triphysa at Different Densityand Fertilizer Levels in Kerala. India: Tree Growth. Light Transmittance and Understorey Ginger Yield. Agrofor. Syst. 52: 133-144.

Martin, C., D. Polly, J. McGee, C. Wang, R. Lambert and D. Pugalee. 2015. Exploring The Relationship Between Questioning, Enacted Mathematical Tasks, And Mathematical Discourse In Elementary School Mathematics. The Mathematics Educator. 24(2): 3 – 27.

Maheswarappa, H.P., H.V. Nanjappa, M.R. Hegde and C.C. Biddappa. 2000. Nutrient Content and Uptake by Galangal (Kaempferia galanga L.) as Influenced by Agronomic Practices as Intercrop in Coconut (Cocos nucifera L.) Garden. J. Spices Aromatic Crops 9: 65-68.

Januwati, M., N. Heryana dan H.T. Luntungan. 2000. Pertumbuhan dan Produksi Jahe Gajah (Zingiber officinale Rosc.) Sebagai Tanaman Sela di Antara Tegakan Pohon Kelapa (Cocos mucifera L.). Habitat. 2(3): 65-70.

Lemoine, R., S.L. Camera, R. Atanassova, F. Dedaldechamp and T. Allario. 2013. Source-To-Sink Transport Of Sugar And Regulation By Environmental Factors. J. Frontiers in Plant Sci. 4(272): 1-21.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt.2020.005.2.5

Refbacks

  • There are currently no refbacks.