Evaluasi Daya Hasil 6 Genotipe Jagung Pulut (Zea mays L. var. ceratina Kulesh) pada Dua Lokasi di Jawa Timur

Lesy Nerawati, Arifin Noor Sugiharto

Abstract


Salah satu jenis jagung yang memiliki potensi untuk dikembangkan yaitu jagung pulut, akan tetapi produktivitas dari jagung pulut masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan produksi jagung pulut melalui pemuliaan tanaman, Sebelum pelepasan varietas jagung hibrida perlu diketahui kemampuan adaptasi tanaman pada berbagai kondisi lingkungan dengan dilakukan uji daya hasil. Interaksi genotipe dan lingkungan menunjukkan perbedaan respon tanaman terhadap kondisi lingkungan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-April 2020 di Desa Suru, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo dan Desa Candipuro, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan dan menggunakan beberapa genotipe uji yaitu JPM 01, JPM 02, JPM 03, JPM 04, JPM 05, JPM 06, serta varietas pembanding yaitu Kumala F1. Variabel pengamatan terdiri dari komponen hasil yaitu panjang penutupan kelobot, panjang tongkol, unfilling cob tip, diameter tongkol, jumlah baris biji, jumlah biji per baris, bobot tongkol segar dengan kelobot, bobot tongkol segar tanpa kelobot, bobot tongkol segar dengan kelobot per plot, bobot tongkol segar tanpa kelobot per plot, dan produktivitas hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi genotipe dan lingkungan terjadi pada variabel panjang tongkol, panjang penutupan kelobot, unfilling cob tip, jumlah kernel per baris, dan bobot tongkol segar tanpa kelobot. Genotipe yang unggul di Kabupaten Ponorogo ialah JPM 01, sedangkan di lokasi Lumajang ialah JPM 03, dan genotipe yang memiliki keunggulan di kedua lokasi ialah JPM 04.

Keywords


genotipe; hasil; interaksi; jagung pulut; lingkungan

Full Text:

PDF

References


Abduselam, F., Z. Lagese, S. Tegene, F. Tadesse, and A. Biri. 2017. Performance evaluation and adaptability of improved released maize (Zea mays L.) V. Pelagia Res. Libr. Asian J. Plant Sci. Res. 7(5): 10–14.

Amrullah, R.A., dan A.N. Sugiharto. 2019. Evaluasi interaksi genotip x lingkungan karakter agronomi dan hasil beberapa calon varietas jagung hibrida (Zea mays L .). J. Prod. Tan. 7(5): 912-921.

Anasari, N.R., N. Kendarini, dan L. Purnamaningsih. 2017. Interaksi genotip x lingkungan pada empat genotip pakchoy ( Brassica rapa L .) di tiga lokasi. 5(1): 54–60.

Azmi, M.J., dan A.N. Sugiharto. 2020. Interaksi genotipe x lingkungan terhadap karakter agronomi dan komponen hasil beberapa calon varietas jagung hibrida (Zea mays L .) di Kabupaten Tuban. J. Prod. Tan. 8(2): 75-84.

Begum, S., A. Ahmed, S. Omy, M. Rohman, and M. Amiruzzaman. 2016. Genetic variability, character association and path analysis in maize (Zea mays L.). Bangladesh J. Agric. Res. 41(1): 173–182.

Burgueno, J., G. de los Campos, K. Weigel, and J. Crossa. 2012. Genomic prediction of breeding values when modeling genotype x environment interaction using pedigree and dense molecular markers. Crop Sci. 52(2): 707-719.

Fitriani, L., Toekidjo, dan S. Purwanti. 2013. Keragaan lima kultivar cabai (Capsicum annuum L.) di dataran medium. Jurnal Vegetalika. 2(2):50-63.

Herawan, S.Y., I.M. Sumertajaya, dan P. Silvianti. 2013. Uji multilokasi melalui analisis ammi multirespon (studi kasus : penelitian galur tanaman tembakau Madura). Xplore J. Stat. 1(1).

Maruapey, A. 2012. Pengaruh pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan produksi berbagai jagung pulut (Zea mays ceratina. L). J. Ilmiah Agribisnis dan Perikanan. 5(2): 33-45.

McIntosh, M.S. 1983. Analyses of combined experiment. Agron. J. 75: 153-155.

Petersen, R.G. 1994. Agricultural field experiments design and analysis. Marcel Dekker Inc. New York, Basel Hongkong.

Safuan, L., D. Boer, T. Wijayanto, and N. Susanti. 2014. Analisis variabilitas kultivar jagung pulut (Zea masys Ceritina Kulesh) lokal Sulawesi Tenggara. Jur. Agroteknos, 4(2) : 108-112.

Sitaresmi, T., C. Gunarsih, Y. Nugraha, B. Abdullah, and I. Hanarida. 2016. Interaksi genotipe x lingkungan untuk hasil gabah padi sawah. Penelit. Pertan. Tanam. Pangan 35(2): 89-98.

Suarni, S., M. Aqil, dan H. Subagio. 2019. Potensi pengembangan jagung pulut mendukung diversifikasi pangan. J. Penelit. dan Pengemb. Pertan. 38(1): 1.

Tengah, J., S. Tumbelaka, dan M.M. Toding. 2017. Pertumbuhan dan produksi jagung pulut lokal (Zea mays ceratina Kulesh) pada beberapa dosis pupuk NPK. ejurnal unsrat 1(1): 1-10.

Trustinah, dan R. Iswanto. 2013. Pengaruh interaksi genotipe dan lingkungan terhadap hasil kacang hijau. 32(1): 36-42.

Waluyo, B. and Kuswanto. 2010. Stability and adaptability of nine open pollinated varieties of UB maize. Agrivita. 32(3): 293-301.

Zhang W., Y. Wenpeng, W. Mingchun, W. Wei, Z. Guiping, C. Zhiwei, C. Yilin. 2013. Increasing lysine content of waxy maize through introgression Opaque-2 and Opaque-16 genes using molecular assisted and biochemical development. Plos One. 8(2).




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt.2020.005.2.10

Refbacks

  • There are currently no refbacks.