Pengaruh Cara Pengendalian Gulma Dan Pemberian Mulsa Jerami Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bunga Aster Pikok (Aster Amellus)

Shera Ameldam, Eko Widaryanto

Abstract


Bunga Aster Pikok (Aster amellus) ialah salah satu jenis tanaman hias yang di-manfaatkan bunganya sebagai bunga potong. Salah satu permasalahan penting yang dapat menurunkan produksi bunga ini ialah keberadaan gulma yang tumbuh di areal lahan. Aplikasi herbisida pra tumbuh ini digunakan setelah tanam dan cara ini dapat membantu mengurangi penyiangan gulma di lahan. Pemberian mulsa jerami juga dapat membantu mengendalikan gulma yang tumbuh, selain itu juga dapat membantu pertumbuhan tanaman dengan menjaga kelembaban tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengendalian gulma menggunakan herbisida dan mulsa jerami untuk mengendalikan gulma serta dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bunga pikok. Penelitian dilaksana-kan pada bulan Juni sampai Agustus 2018. Di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan mulsa jerami sebagai petak utama dan cara pengendalian gulma sebagai anak petak sehingga mendapatkan 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan yaitu: Petak Utama: Pemberian Mulsa Jerami (M): Tanpa Mulsa Jerami (M0), Mulsa Jerami (M1); Anak Petak: Cara Peng-endalian Gulma (P): Tanpa Pengendalian (P1), Bebas Gulma (P2), Oxyfluorfen 240 g ha-1  (P3), Oxyfluorfen 480 g ha-1 (P4), Oxyfluorfen 240 g ha-1 + penyiangan 15 Hst (P5), Oxyfluorfen 480 g ha-1 + penyiangan 30 Hst (P6). Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara perlakuan cara pengen-dalian gulma dan pemberian mulsa jerami pada parameter bobot kering gulma, waktu muncul bakal bunga dan jumlah tandan bunga. Terdapat 4 level warna bunga yang dihasilkan pada penelitian ini dengan dominansi warna bunga ungu pekat atau 72C Strong Reddish Purple.

Keywords


Bunga Aster; Bunga Pikok; Gulma; Kontrol Gulma Herbisida Oksifluorfen; Mulsa Jerami; Penyiangan; Warna Bunga

Full Text:

PDF

References


Akbar, A., A. Nugroho, dan J. Moenandir. 2013. Pengaruh sistem olah tanah dan waktu penyiangan pada pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max L.) var. Grobogan. J. Agrivita 24(1): 13–23.

Cahyono, B. 2007. Kedelai Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Aneka Ilmu, Semarang.

Damayanti, D.R.R., N. Aini., dan Koesrihati. 2013. Kajian penggunaan macam mulsa organik pada pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar (Capsicum annum L.). J. Produksi Tanam. 1(2): 25–32.

Evita. 2009. Pengaruh berbagai pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang buncis. J. Agron. 13(1): 21–24.

Li, R., X.Q. Hou, Z.K. Jia, Q.F. Han, and B.P. Yang. 2012. Effects of rainfall harvesting and mulching techno-logies on soil water, temperature, and maize yield in loess plateau region of China. Soil Res. 50(2): 105–113.

Mulyatri. 2003. Peranan pengolahan tanah dan bahan organik terhadap konservasi tanah dan air. J. Ilmu Pertanian. 13(1): 65–76.

Suma, V., and V.S. Patil. 2006. Flower quality parameters in daisy (Aster amellus L.) genotypes. Karnataka J. Agric. Sci. 19(3): 653–656.

Wang, X.B., H.J. Wu, K. Dai, D.C. Zhang, Z.H. Feng, et al. 2012. Tillage and crop residue effects on rainfed wheat and maize production in Northen China. F. Crop. Res. 132(Juni): 106–116.

Widaryanto, E. 2010. Teknologi Pengendalian Gulma. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya., Malang.

Widaryanto, E., dan F. Roviyanti. 2017. Efficacy of oxyfluorfen herbicide for weed control in broccoli (Brassica oleracea L. var. Italica). Asian J. Crop Sci. 9(2): 28–34.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt.2019.004.2.1

Refbacks

  • There are currently no refbacks.